
Job at home
Whether you are looking for a succeed work at home or if you dream about getting money online; yes, eventually, you located it!
Obtain economic freedom
No pc experiences needed. You can be absolutely new to handle our application - you don't need ANY knowledge. This is actually simple.
You can stay at home and work at your free time. Even whether you don't have computer you can do this job in Online cafe or on Internet mobile phone.
How it works?
We design a online-store for you with ready to operate e-commerce products. Your job is extremely easy; you have to submit data regarding your web-shop to the Online sources. We will provide you with pretty easy step-by-step instruction how to do this. The typical instruction requests you to open a online page and fill in a form with material about your web-store and software.
You will be paid from US $20.00 to US 180.00 for each purchase which is comes using your online-store.
There is no limitation for your revenue. No matter where you live your commissions are 100% guaranteed.
Apply Now...Apply now to get financial independence. All you need is the simple: sign up now and makeown internet business!
Yang bid’ah CARANYA bukan BACAANNYA dalam Tahlilan dan Yasinan
Diposting oleh: Muhammad Soleh - Sabtu, 30 Oktober 2010
“ sesungguhnya aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang lakukanlah karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian kepada (kematian) akhirat”
(HR.Muslim 3/65. 6/82. dan abu dawud 2/72,131 dan An-Nas’ai 1/285,286, dan lainnya)
Ini adalah salah satu CARA yang syar’i untuk mengingatkan manusia dari kamatian, atau dengan CARA yan lain seperti ceramah-ceramah ilmiyah, khorbah-khotbah, diskusi-diskusi dan lainnya, dengan TANPA MENGKHUSUSKAN HARI-HARI TERTENTU ATAU CARA-CARA YANG TERTENTU SEPERTI TAHLILAN
Menggerakan manusia supaya melakukan ibadah tidak boleh dengan CARA yang bid’ah, KARENA ASAL HUKUM IBADAH ADALAH TERTOLAK kecuali ada perintah dari Allah Subanahu wa Ta’ala dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, Nabi kita yang mulia Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam ber sabda :
“ barang siapa berbuat suatu amalan ibadah yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak “ (HR.Muslim no. 1718)
Perkatan “Tahlilan memperbanyak amalan sholih” dapat kita jawab dengan jawaban para sahabat yang mana mereka lebih banyak amalannya dan lebih bersemangat dalam melakukan segala kebajikan daripada kita, mereka mengatakan :
“ Melakukan Amalan sholih sesuai sunnah (walau sedikit) itu lebih baik dari pada memperbanyak amalan tapi bid’ah “
(Perkataan ini telah diucapkan oleh beberapa sahabat Nabi seperti Abu Darda, Ibnu MAs’ud dan lainnya sperti dalam kitab Syarah Ushul I’tiqod Ahlus Sunnah No. 114 dan 115)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga telah menunjukkan kepada umatnya dalam masalah ini dengan sabdanya :
“ Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit “
(HR.Bukhari 1/109, dan Muslim No. 782)
Telah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bagaimana menghibur keluarga mayit yang sedang dirundung duka, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah berta’ziyah kepada sahabtnya dan menghibur mereka dengan perkataan-perkataan yang sekiranya dapat memperingan musibahnya dab menyuruh mereka bersabar serta ridha atas semua ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan kalimat penghibur kepada salah satu keluarga yang berduka :
“ Sesungguhnya milik Allahlah apa yang yang telah diambil-Nya dan mili Allahlah apa yang Dia berikan dan segala sesuatu disisi-Nya ada waktu yang ditentukan, maka bersabarlah dan mengharapkanlah pahala (dari Allah) “
(HR.Bukhari 3/120-122, Muslim 3/39, Abu Dawud 2/58, Nasa’i 1/263 dan Ibnu majah No. 481, dan lainnya)
Kalimat seperti diatas diucapkan apabila orang berta’ziyah telah menghafalnya, akan tetapi kalau seandainya dia tidak menghafalnya, maka boleh dengan perkataan-perkataan apa saja yang sifatnya menghibur keluarga si mayit dnegan syarat tidak menyelisihi ketentuan syari’at Islam, karena maksud TA’ZIYAH adalah meringankan kesedihan keluaraga mayit
(Dinukil dengan penyesuaian dari Ahkamul Jana’iz wa bida'’iha oleh Al-Bani halaman 208)
Bersedekah dianjurkan kapan saja, tidak ada sangkut pautnya dengan kematian, justru pada saat kematian, ahli mayit sedang susah karena ditinggalkan orang yang dicintai mereka, dan membebani mereka mereka supaya mengadakan tahlilan adalah menambah kesusahan mereka, karena mereka sudah sibuk dengan adanya kematian, ditambah lagi harus mengadakan acara yang memberatkan seperti tahlilan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Atas Komentar Anda