Work at home

Job at home

Whether you are looking for a succeed work at home or if you dream about getting money online; yes, eventually, you located it!

Obtain economic freedom

No pc experiences needed. You can be absolutely new to handle our application - you don't need ANY knowledge. This is actually simple.

You can stay at home and work at your free time. Even whether you don't have computer you can do this job in Online cafe or on Internet mobile phone.

How it works?

We design a online-store for you with ready to operate e-commerce products. Your job is extremely easy; you have to submit data regarding your web-shop to the Online sources. We will provide you with pretty easy step-by-step instruction how to do this. The typical instruction requests you to open a online page and fill in a form with material about your web-store and software.

You will be paid from US $20.00 to US 180.00 for each purchase which is comes using your online-store.

There is no limitation for your revenue. No matter where you live your commissions are 100% guaranteed.

Apply Now...

Apply now to get financial independence. All you need is the simple: sign up now and makeown internet business!

@ Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh @ Selamat Datang Di Blog Islam Tanpa Syirik, Khurafat Dan Bid'ah @ Semoga Kunjungan Anda Berarti Kepada Kami @

BILA KUBURAN DIAGUNGKAN [Part II]

Posted 22 April 2010 by ubaysaputra in Aqidah. Ditandai:karomah, kuburan, tawassul, wali. 1 Komentar
Prinsip kehidupan jahiliyah merupakan prinsip yang menyebabkan kerusakan akal dan fitrah manusia. Oleh karena itu, kaum muslimin harus menjauhi prinsip-prinsip jahiliyah itu dan berusaha mengembalikan kemerdekaan akalnya, kemudian digunakan untuk berfikir tentang sesuatu yang bisa mendatangkan mashlahat bagi dirinya di dunia dan di akhirat. Tentunya semua itu dilakukan dengan bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melepaskan diri dari kungkungan prinsip-prinsip jahiliyah yang notabene merupakan pembunuh kemerdekaan berfikir yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para hamba-Nya.

Pembunuhan kemerdekaan berpikir itu bisa dalam bentuk perbudakan terhadap sesuatu yang tidak berakal seperti batu, pepohonan, kuburan dan sebagainya. Akibatnya semua mashlahat hidup dan kemudaratannya harus digantungkan kepada benda-benda tersebut.
Pada kajian ini penulis mengajak untuk melengkapi pembahasan edisi sebelumnya tentang tema ‘Bila Kuburan Diagungkan’ dan menyelami bahtera kerusakan fitrah yang diakibatkan oleh hal tersebut.

BILA KUBURAN DIAGUNGKAN [Part I]

Posted 22 April 2010 by ubaysaputra in Aqidah. Ditandai:doa, jahiliyah, karomah, kuburan, tawasul, wali. Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam perjalanan hidup manusia, terkadang perlu untuk kembali menengok ke sejarah masa lampau, masa-masa sebelum datangnya cahaya Islam. Sebuah masa yang penuh dengan perilaku kejahilan dan semangat hawa nafsu, di mana di dalamnya terdapat tatanan kehidupan yang didasarkan hanya pada pandangan baik akal dan “kesepakatan” orang banyak. Bukan tatanan kehidupan yang dibimbing oleh wahyu dari Dzat Yang Maha Benar.

Kita perlu menengok kepada kehidupan di masa jahiliyyah itu karena realita kehidupan kita di masa ini ternyata banyak memiliki kesamaan dengan realita di masa jahiliyyah. Padahal dengan diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membawa cahaya Islam, berbagai konsep kemasyarakatan ala masyarakat jahiliyyah itu semestinya terhapuskan karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, menggali kembali hakikat alam kehidupan jahiliyyah bukan suatu keterbelakangan dan kejumudan berfikir, namun merupakan langkah untuk lebih maju ke depan.

Mereka mengatakan مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً adalah hadits yang menunjukkan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat

Ada yang berkata,” Ada hadits lain yang menunjukkan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat, yaitu hadits riwayat Muslim Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُوِْرِهمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.

“Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya dikurangi sedikitpun dari pahala mereka.

Mereka mengatakan Ada hadits lain yang menunjukkan bahwa tidak semua bid’ah sesat yaitu HR. At Tirmidzi

Ada yang berkata,” Ada hadits lain yang menunjukkan bahwa tidak semua bid’ah sesat yaitu hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi :

وَمَنِ ابْتَدَعَ بِدْعَةَ ضَلاَلَةٍ لاَ تُرْضِي اللهَ وَرَسُوْلَهُ كَانَ عَلَيْهِ مِثْلَ آثاَمِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَوْزَارِ النَّاسِ شَيْئًا.

“Dan barangsiapa yang mengadakan sebuah bid’ah dlolalah (sesat), yang tidak diridlai Allah dan Rasul-Nya, maka dia memperoleh dosa sebanyak dosa orang yang mengamalkannya tanpa sedikitpun mengurangi dosa-dosa mereka”.

DEFINISI BID'AH

Asal Bid'ah dinamakan oleh nabi shallallahu 'alaihi wassalam sebagai MUHDATS, yakni ;" SESUATU YANG BARU DI DALAM AGAMA YANG TIDAK PERNAH DISYARI'ATKAN OLEH ALLAH DAN RASUL-NYA." atau " SATU CARA YANG DIADAKAN/DIBUAT OLEH ORANG DI DALAM AGAMA ISLAM YANG MENYERUPAI SYARI'AT UNTUK TUJUAN BERIBADAH KEPADA ALLAH." (Al Iqtidla' hal.276 oleh syakhul islam Ibnu taimiyyah, Al I'tisham juz I hal 38-45 oleh Imam asy Syathibi)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda :

Bantahan Terhadap Buku "MENITI KESEMPURNAAN IMAN" Karya Habib Munzir Al Musawa (BAG I: ISTIGHOTSAH)


Pendahuluan
Buku ‘Meniti Kesempurnaan Iman’ yang ditulis Habib Munzir al-Musawa adalah tulisan sanggahan terhadap karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz berjudul ‘Benteng Tauhid’. Banyak permasalahan tauhid yang dikritik oleh Habib Munzir terhadap buku Syaikh Bin Baz tersebut, namun sebenarnya kebenaran adalah apa yang disampaikan Syaikh Bin Baz rahimahullah. Silakan disimak penjelasan berikut ini yang akan menjabarkan kesalahan-kesalahan Habib Munzir dalam bukunya tersebut. Pada bagian ini yang disoroti adalah tentang istighotsah.

Istighotsah adalah permintaan tolong kepada sesuatu untuk suatu hal yang sangat mendesak. Syaikh Bin Baz menjelaskan manhaj Ahlussunnah sebagaimana yang dipahami para Sahabat Nabi, bahwa istighotsah tidak diperbolehkan ditujukan kepada orang-orang yang sudah meninggal.

Apa Perayaan Maulid membuat manusia tergerak untuk melaksanakan suatu ibadah yaitu membaca Al-Qur'an, dzikir, sholawat, dan doa

Menggerakkan manusia supaya melakukan ibadah tidak boleh dengan cara yang bid'ah, karena asal hukum ibadah adalah tertolak kecuali ada perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda :

" Barang siapa berbuat suatu amalan ibadah yang tidak ada perintahnya dari Kami maka tertolak." (HR.Muslim No.1718)

Dzikir untuk mengingat Allah telah dituntunkan untuk dikerjakan setiap hari
Blog "Islam Tanpa Syirik, Khurafat dan Bid'ah". Diberdayakan oleh Blogger.