Work at home

Job at home

Whether you are looking for a succeed work at home or if you dream about getting money online; yes, eventually, you located it!

Obtain economic freedom

No pc experiences needed. You can be absolutely new to handle our application - you don't need ANY knowledge. This is actually simple.

You can stay at home and work at your free time. Even whether you don't have computer you can do this job in Online cafe or on Internet mobile phone.

How it works?

We design a online-store for you with ready to operate e-commerce products. Your job is extremely easy; you have to submit data regarding your web-shop to the Online sources. We will provide you with pretty easy step-by-step instruction how to do this. The typical instruction requests you to open a online page and fill in a form with material about your web-store and software.

You will be paid from US $20.00 to US 180.00 for each purchase which is comes using your online-store.

There is no limitation for your revenue. No matter where you live your commissions are 100% guaranteed.

Apply Now...

Apply now to get financial independence. All you need is the simple: sign up now and makeown internet business!

@ Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh @ Selamat Datang Di Blog Islam Tanpa Syirik, Khurafat Dan Bid'ah @ Semoga Kunjungan Anda Berarti Kepada Kami @

Mereka mengatakan مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً adalah hadits yang menunjukkan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat

Ada yang berkata,” Ada hadits lain yang menunjukkan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat, yaitu hadits riwayat Muslim Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُوِْرِهمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.

“Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya dikurangi sedikitpun dari pahala mereka.
Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.”

Dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan adanya sunnah yang baik dan sunnah yang buruk sehingga diambil kesimpulan adanya bid’ah yang baik dan bid’ah yang buruk.

Jawaban :
sesungguhnya diantara tata cara memahami hadits adalah dengan melihat sebab terjadinya hadits tersebut, sehingga kita dapat memahaminya dengan benar. Dengarkanlah kisah berikut ini yang merupakan sebab terjadinya hadits itu :
Jarir radliyallahu ‘anhu berkata,” Kami berada disisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di waktu siang, lalu datanglah suatu kaum dengan telanjang kaki, telanjang badan dan memakai nimar (sarung wol yang bergaris-garis) sambil menghusunkan pedang, kebanyakan mereka dari Mudlor bahkan semuanya. Maka berubahlah wajah Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena melihat mereka yang sangat papa, beliaupun masuk lalu keluar, dan menyuruh Bilal untuk adzan kemudian iqomat, setelah sholat beliau berkhutbah :

“Wahai Manusia, bertaqwalah kamu kepada Rabbmu yang telah menciptakanmu dari satu jiwa… sampai akhir ayat, dan ayat dalam surta Al Hasyr : 18. Hendaklah seseorang bershodaqoh dengan dinarnya, dirhamnya, pakaiannya, sha’ burrnya, sho’ kurmanya sampai beliau bersabda : walaupun dengan setengah kurma”.

Lalu datanglah seseorang dari kalangan anshor dengan membawa kantung yang tangannya hampir tidak bisa membawanya bahkan tidak mampu, kemudian orang-orang pun mengikuti sehingga aku melihat dua tumpukan besar dari makanan dan pakaian, maka aku melihat wajah Rosulullah berseri-seri bagaikan perak bersepuh emas, lalu beliau bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُوِْرِهمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.

“Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.”

Perhatikanlah saudaraku, hadits tersebut berhubungan dengan shodaqoh yang dilakukan oleh seorang shahabat yang diikuti oleh shahabat lain, tentu pembaca semua mengetahui bahwa shodaqoh bukanlah perkara yang diada-adakan, maka berdalil dengan hadits tersebut untuk menyatakan adanya bid’ah hasanah adalah sebuah pemahaman yang aneh.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya dikurangi sedikitpun dari pahala mereka.
Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.
Sebagian orang keliru dalam hadits ini, sehingga mereka melakukan berbagai jenis bid'ah sebagai sarana untuk bertaqorrub kepada Allah. Mereka mengira bahwa hal tersebut termasuk bentuk mencontohkan perbuatan baik yang disebutkan hadits tersebut.

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Blog "Islam Tanpa Syirik, Khurafat dan Bid'ah". Diberdayakan oleh Blogger.